
JAKARTA, indonesiatravelling.com – Berpuasa bukan lagi alasan untuk mengurung diri di rumah. Dengan perencanaan yang tepat, Anda tetap bisa melakukan perjalanan wisata, baik urusan bisnis maupun liburan keluarga, dengan stamina yang terjaga.
Menyambut bulan suci di tahun 2026, mobilitas masyarakat diprediksi tetap tinggi. Agar kondisi fisik tidak cepat ambruk saat berada di perjalanan, berikut adalah 5 tips cerdas traveling saat puasa yang dirangkum oleh tim Indonesia Travelling:
1. Atur Jadwal Keberangkatan yang Strategis
Waktu adalah segalanya. Jika Anda melakukan perjalanan darat atau udara, pilihlah waktu keberangkatan tepat setelah Sahur atau pada malam hari setelah berbuka.
-
Mengapa? Suhu udara pagi hari cenderung lebih sejuk, sehingga risiko dehidrasi akibat terik matahari dapat diminimalisir. Melakukan perjalanan di malam hari juga memungkinkan Anda untuk tetap bisa makan dan minum secara teratur di sepanjang jalan.
2. Fokus pada Nutrisi Slow-Release saat Sahur
Kunci stamina selama traveling saat puasa terletak pada menu sahur Anda. Hindari makanan yang terlalu asin atau terlalu manis yang justru memicu rasa haus dan lapar lebih cepat.
-
Saran: Konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan protein tinggi. Jangan lupa perbanyak asupan serat dari sayur dan buah (seperti pisang atau kurma) agar energi dilepaskan secara perlahan oleh tubuh sepanjang hari.
3. Pilih Destinasi yang “Ramah Puasa”
Untuk perjalanan di bulan Ramadhan, pertimbangkan destinasi yang tidak menuntut aktivitas fisik yang terlalu berat.
-
Ide: Alih-alih melakukan hiking di siang hari, pilihlah wisata museum, kunjungan ke galeri seni, atau staycation di hotel yang dekat dengan pusat kuliner takjil. Ini akan menjaga energi Anda tetap stabil hingga waktu berbuka tiba.
4. Kelola Barang Bawaan agar Lebih Ringan
Membawa beban tas yang terlalu berat akan membuat tubuh lebih cepat lelah dan berkeringat. Gunakan koper atau ransel yang ergonomis. Jika Anda menggunakan transportasi umum, pastikan semua kebutuhan penting seperti obat-obatan pribadi dan perlengkapan ibadah berada di tas kecil yang mudah dijangkau agar tidak perlu membongkar muatan di tengah perjalanan.
5. Siapkan “Emergency Break-Fast Kit”
Jangan biarkan diri Anda panik saat azan Magrib berkumandang namun Anda masih berada di dalam kendaraan atau di tengah antrean.
-
Isi Kit: Siapkan botol air mineral, beberapa butir kurma, atau biskuit di dalam tas tangan. Membatalkan puasa tepat waktu dengan asupan yang ringan akan membantu mengembalikan kadar gula darah secara instan sebelum Anda menyantap makanan berat.
Catatan Redaksi: Selalu dengarkan sinyal tubuh Anda. Jika merasa pusing yang berlebihan atau lemas yang tidak wajar, jangan ragu untuk beristirahat di rest area atau fasilitas publik terdekat.
Penulis: Tim Redaksi Indonesia Travelling
Foto: Freepik


